LEMBAR JAWABAN PENUGASAN STUDI KEPUSTAKAAN
KOMUNIKASI MASSA PASIS SEKKAU ANGKATAN KE-85


1. Jelaskan secara detail apa saja yang Anda ketahui tentang surat kabar Republika dan Suara Pembaruan, baik menyangkut organisasi perusahaan dan keredaksian, maupun isi serta gaya bahasa dari kedua surat kabar tersebut.

Jawab:

Surat Kabar Republika

Dalam sejarahnya, Republika adalah koran yang dibentuk dalam lingkungan komunitas muslim di Indonesia dan ditujukan bagi publik di Indonesia. Munculnya organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia berupaya dapat menembus pemerintah untuk izin penerbitan berbuah. Republika dapat diterbitkan secara perdana pada tanggal 4 Januari 1993 di Jakarta.

Koran ini terbit di bawah bendera perusahaan PT Abdi Bangsa, namun pada akhir tahun 2000, mayoritas saham koran ini dimiliki oleh kelompok Mahaka Media. PT Abdi Bangsa selanjutnya menjadi holding company, dan Republika berada di bawah bendera PT Republika Media Mandiri, salah satu anak perusahaan PT Abdi Bangsa. Di bawah bendera Mahaka Media, kelompok ini juga menerbitkan majalah Golf Digest, koran berbahasa mandarin Harian Indonesia, majalah Parents, majalah a+, radio Jak FM, dan JakTV. Mahaka Media juga melakukan kolaborasi dengan kelompok radio Prambors, terutama radio Female dan Delta.

Walau berganti kepemilikan, Republika tak mengalami perubahan visi maupun misi. Namun harus diakui, ada perbedaan gaya dibandingkan dengan sebelumnya. Sentuhan bisnis dan independensi Republika menjadi lebih kuat. Karena itu, secara bisnis, koran ini terus berkembang. Republika menjadi makin profesional dan matang sebagai koran nasional untuk komunitas muslim. Pertama kali terbit tampil dengan "Desain Blok" (modular lay out) yang tak lazim, yang kini diikuti oleh semua koran di Indonesia. Republika pun memperoleh gelar juara pertama Lomba Perwajahan Media Cetak 1993. Tahun 1995, membuka situs surat kabar pertama dan situs berita pertama di Indonesia. Tahun 1997, menjadi yang pertama mengoperasikan Sistem Cetak Jarak Jauh ( SCJJ ). Salah satu koran pertama yang menerbitkan halaman khusus daerah.

Pada 31 Januari 2000, Republika menjadi koran pertama yang melakukan resizing. Pada umumnya koran di Indonesia menggunakan kertas ukuran sembilan kolom. Hal ini terlalu lebar dan tidak ergonomis. Di dunia pada umumnya koran telah berubah ke ukuran tujuh kolom. Agar pembaca tak kaget, maka Republika memulai perubahannya dengan ukuran delapan kolom. Ketika seluruh koran pada 2005 berubah ke delapan kolom, maka pada 2 Januari 2006 Republika berubah ke tujuh kolom. Pada 2 Januari 2009 koran terbesar di Indonesia juga kemudian berubah ke tujuh kolom seperti Republika.

Tahun 2006, mulai edisi September, Republika memberikan sisipan gratis majalah olahraga Arena. Ini merupakan hal yang pertama pula bagi pers Indonesia: beli koran dapat majalah. Di Amerika Serikat, hal itu sudah lazim. Misalnya The New York Times memberikan sisipan majalah olahraga Play dan majalah umum The New York Times Magazine. Republika juga koran pertama yang sejak awal menjadi perusahaan terbuka dan telah listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Hingga kini, Republika telah mengalami berkali-kali pergantian pemimpin redaksi. Pemimpin redaksi yang pertama adalah Parni Hadi, lalu Andi Makmur Makka, Zaim Uchrowi, Tommy Tamtomo, Yayat Supriyatna, Asro Kamal Rokan, dan saat ini adalah Ikhwanul Kiram Mashuri.
Beberapa penghargaan yang telah didapat oleh Harian Republika antara lain :
a. 1993: Juara Pertama Lomba Perwajahan Media Cetak.

b. 2005: Koran Terbaik 2004 dari Dewan Pers, yang menilai dari sisi penerapan kaidah jurnalistik.

c. 2006: Koran Terbaik 2005 dari Dewan Pers.

d. 2007: Koran Nasional Terbaik 2006 dari Majalah Cakram, sebuah majalah komunikasi, kehumasan, dan periklanan.

e. Beberapa kali meraih penghargaan dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa sebagai koran berbahasa Indonesia terbaik, peringkat I maupun peringkat di bawahnya.

f. Penghargaan Perorangan, wartawan-wartawan Republika meraih berbagai macam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), maupun dari berbagai institusi lainnya.

Kerjasama yang telah dilakukan Harian Republika dengan penerbitan luar negeri adalah :

a. 2006: Bekerja sama dengan The New York Times untuk menerbitkan kolom tanya jawab WINNING bersama Jack & Suzy Welch tentang manajemen. Jack Welch adalah orang yang sukses memimpin perusahaan raksasa Amerika Serikat, General Electric. Bukunya yang berjudul Winning menjadi best seller. Judul buku itulah yang kemudian dijadikan nama rubrik kolom tanya jawabnya. Kolom ini diasuh bersama istrinya, mantan pemimpin redaksi majalah manajemen.

b. 2006: Bekerja sama dengan koran terbesar di Malaysia, Berita Harian. Republika memberi ruang satu halaman untuk Berita Harian dan satu halaman untuk The New Straits Times, koran berbahasa Inggris yang masih satu grup dengan Berita Harian. Masing-masing sekali dalam sepekan. Republika juga terbit di Berita Harian, sepekan dua kali. Masing-masing satu halaman.

c. 2006: Menerbitkan majalah World Cup 2006. Majalah ini menjadi panduan bagi penikmat sepak bola dalam menyambut Piala Dunia 2006 di Jerman.

d. 2006: Menerbitkan majalah Cahaya Ramadhan. Majalah ini menjadi panduan dalam menjalani ibadah puasa.

e. 2006: Menerbitkan majalah Panduan Haji. Majalah panduan ibadah haji ini dibagikan gratis kepada seluruh jamaah haji Indonesia pada tahun itu yang berjumlah sekitar 200 ribu orang.
Surat Kabar Republika merupakan surat kabar yang terbit pada pagi hari bernuansa islami. Surat kabar ini terdiri dari : bagian pertama berisikan tentang nasional dan Inter Nasioanal, yang mencakup masalah hukum, opini, nusantara dan arus perubahan menuju kemandirian, bagian kedua tentang Ekonomi dan bisnis, bursa, investasi dan global serta syariah, sedangkan bagian ketiga memuat tentang olah raga yang meliputi iptek dan kesehatan, properti dan warna.
Susunan redaksi :

a. Pimpinan Redaksi
b. Wakil Pimpinan Redaksi
c. Redaktur Pelaksana
d. Redaktur Senior
e. Wakil Redaktur Pelaksana
f. Asisten Redaktur Pelaksana
g. Staf Redaksi
h. Kepala Perwakilan Jawa barat
i. Biro DIY dan Jawa Tengah
j. Biro Jawa Timur
k. Skertaris Redaksi

Susunan organisasi :
a. Direktur Utama
b. Direktur operasional dan SDM
c. Direktur Pemasaran
d. Direktur pemasangan
e. Kadiv Iklan
f. Kadiv Personel
g. Kadiv Sirkulasi
h. Kadiv Produksi
i. Kadiv Litbang dan Diklat
j. Kadiv Keuangan

Surat Kabar Suara Pembaruan

Suara Pembaruan adalah sebuah surat kabar yang terbit pada sore hari dan berpusat di Jakarta. Koran Suara Pembaruan pertama kali terbit pada tanggal 27 April 1961 dengan nama Sinar Harapan yang diterbitkan oleh PT. Sinar Kasih. Pada tahun 1986, kondisi dunia surat kabar Indonesia terguncang, dan ketika itu harian umum ini dicabut izin terbitnya oleh pemerintah Orde Baru. Namun HG Rorimpandey selaku pemimpin umum, terus mencari cara untuk bisa kembali menerbitkan Sinar Harapan. Pada tanggal 4 Februari 1987 setelah melalui negosiasi panjang dengan pihak pemerintah, pengelola diizinkan kembali menerbitkan koran dengan nama baru yaitu Suara Pembaruan dengan organisasi penerbit baru yaitu PT. Media Interaksi Utama dengan susunan redaksi yang juga baru. Koran Suara Pembaruan baru ini memiliki konsep yang tidak jauh berbeda dengan koran sebelumnya termasuk logo dan rubrikasinya.

Setelah era reformasi, beberapa pentolan Suara Pembaruan keluar dari manajemen dan menerbitkan sebuah koran baru dengan nama Sinar Harapan, sehingga saat ini kedua koran ini yang pada dasarnya dari akar yang sama bersaing di pasar koran sore. Suara Pembaruan sendiri terbit setiap hari dengan edisi Minggu-nya sudah diedarkan di pasar berbarengan dengan edisi Sabtu sore.

Edisi hariannya berisi dengan berita-berita seperti politik, ekonomi, hukum dan lain-lain, sedangkan edisi Minggu Suara Pembaruan bercorak lebih santai dan soft. Beritanya dikemas lebih ringan untuk menemani akhir pekan para pembacanya. Sejak tahun 2006, Suara Pembaruan memiliki kemitraan strategis dengan Globe Media Group, sebuah grup penerbit yang mengelola beberapa media cetak diantaranya koran bisnis Investor Daily, Majalah Investor, majalah Globe Asia, dan koran berbahasa Inggris The Jakarta Globe. Seperti halnya koran-koran mainstream pada umumnya, Suara Pembaruan terbit dalam versi cetak, versi online (www.suarapembaruan.com) dan versi e-paper (epaper.suarapembaruan.com).

Peredaran Suara Pembaruan meliputi sekitar 85% di Jabodetabek dan 15% di kota-kota lain di Indonesia. Banyak kalangan menilai Suara Pembaruan adalah koran sore terbesar di Indonesia. Menurut Nielsen Media Research, profil pembaca Suara Pembaruan adalah pria (67%), usia 30-39 tahun (51%), usia 20-29 tahun (38%), SES A1, A2 (40%), white collar (56%), blue collar (25%), pendidikan SLTA (58%) dan universitas (25%). Suara Pembaharuan ini dalam pemberiataannya cenderung kearah agama nasrani.

Susunan redaksi :

a. Dewan Redaksi.
b. Redaktur Pelaksana.
c. Asisten Redaktur Pelaksanaan
d. Redaktur Senior
e. Redaktur
f. Asisten Redaktur
g. Staf Redaksi
h. Kepala Sekretariat Redaksi
i. Kepala Litbang dan Data Informasi
j. Koordinator Tata Letak dan,
k. Asisten Redaktur Situs Web

Susunan organisasi :

a. Presiden Direktur
b. Direktur
c. Direktur Eksekutif
d. Bagian Iklan
e. Rekerning
f. General Manager Sirkulasi
g. Harga Langganan
h. Telpon Pengaduan dan Berlangganan dan
i. Percetakan.

KOMUNIKASI MASSA

2. Pada salah satu edisinya, Republika memuat laporan mendalam tentang diadukannya ke polisi seorang tokoh muslim yaitu Presiden PKS Tifatul Sembiring, terkait dengan pelanggaran kampanye pemilu lebih awal dalam demo anti Israel atas serangan ke Jalur Gaza, dengan sudut pandang “membela” Tifatul. Sementara pada hari yang sama Suara Pembaruan memuat tentang dukungan yang kuat terhadap upaya pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) yang dimotori tokoh-tokoh Kristen Suku Batak. Jelaskan mengapa demikian (dengan pendekatan teori “Agenda Setting”). hampir

Jawab:

Ide dasar pendekatan Agenda Setting seperti yang sering dikemukakan Bernard Cohen (1963) adalah bahwa “pers lebih daripada sekadar pemberi informasi dan opini. Pers mungkin saja kurang berhasil mendorong orang untuk memikirkan sesuatu, tetapi pers sangat berhasil mendorong pembacanya untuk menentukan apa yang perlu dipikirkan”.

Dalam studi pendahuluan tentang Agenda Setting, McCombs dan Shaw (1972) menunjukkan hubungan di antara beberapa surat kabar tertentu dan pembacanya dalam isu-isu yang dianggap penting oleh media dan publik. Jenjang pentingnya isu publik ini disebut sebagai salience. Akan tetapi, studi ini sendiri bukanlah Agenda Setting seperti yang kita maksudkan, karena arah penyebabnya tidaklah jelas. Baik media ataupun publik bisa saja menimbulkan kesepakatan tentang jenjang isu-isu publik.

Selain itu, studi pendahuluan ini masih berupa suatu perbandingan umum, bukan perbandingan individual, seperti yang ditetapkan dalam hipotesis Agenda Setting ini. McCombs dan Shaw (1972) mengakui keterbatasan ini dalam studinya dan mengungkapkan bahwa “penelitian-penelitian lain harus meninggalkan konteks sosial yang umum dan memakai konteks psikologi sosial yang lebih spesifik”. Sayang sekali saran ini tidak sepenuhnya diikuti dalam hampir seluruh penelitian agenda setting yang dilakukan kemudian (Becker, 1982).

Teori Penentuan Agenda ( Agenda Setting Theory) adalah teori yang menyatakan bahwa media massa berlaku merupakan pusat penentuan kebenaran dengan kemampuan media massa untuk mentransfer dua elemen yaitu kesadaran dan informasi ke dalam agenda publik dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa. Dua asumsi dasar yang paling mendasari penelitian tentang penentuan agenda adalah:

a. Masyarakat pers dan mass media tidak mencerminkan kenyataan; mereka menyaring dan membentuk isu.

b. Konsentrasi media massa hanya pada beberapa masalah masyarakat untuk ditayangkan sebagai isu-isu yang lebih penting daripada isu-isu lain.

Salah satu aspek yang paling penting dalam konsep penentuan agenda adalah peran fenomena komunikasi massa, berbagai media massa memiliki penentuan agenda yang potensial berbeda termasuk intervensi dari pemodal.

Pada salah satu edisinya, Republika memuat laporan mendalam tentang diadukannya ke polisi seorang tokoh muslim yaitu Presiden PKS Tifatul Sembiring, terkait dengan pelanggaran kampanye pemilu lebih awal dalam demo anti Israel atas serangan ke Jalur Gaza, dengan sudut pandang “membela” Tifatul. Harian Republika merupakan tipe Pers Berkualitas. Penerbitan surat kabar ini akan mampu menampilkan cara penyajian yang etis, moralis intelektual. Republika sangat meyakini pendapat : kualitas dan kredibilitas media hanya bisa diraih melalui pendekatan profesionalisme secara total.

Menurut landasan teori Agenda Setting, Republika mampu untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada peristiwa tertentu atau gagasan tertentu sehingga dapat menjadi agenda bagi masyarakat. Agenda itu sendiri harus diformat, proses ini akan memunculkan masalah bagaimana agenda media ini terjadi pada waktu pertama kali. Hal ini mempunyai kekuatan penjelas untuk menerangkan mengapa orang-orang, sama-sama menganggap penting suatu isu.

Di lain pihak, pada hari yang sama Suara Pembaruan memuat tentang dukungan yang kuat terhadap upaya pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) yang dimotori tokoh-tokoh Kristen Suku Batak. Agenda Suara Pembaruan dalam banyak hal mempengaruhi atau berinteraksi dengan agenda publik atau kepentingan isu tertentu bagi publik. Agenda publik mempengaruhi atau berinteraksi ke dalam agenda kebijakan. Suara pembaruan lebih mengedepankan berita tentang agenda publik bukan hanya pribadi yang dikonsumsi publik. Maka tidak mengherankan jika Suara Pembaruan lebih menyoroti hal-hal yang berhubungan dengan suatu populasi tertentu, masyarakat tertentu ataupun suku tertentu.

KOMUNIKASI MASSA

3. Studi Kasus. Pada acara sertijab Kasau (bintang 4), Dispenau mengundang wartawan untuk meliput kegiatan yang tentu saja menurut kalangan TNI AU sangat penting. Namun ternyata jumlah wartawan yang hadirvjauh lebih banyak pada acara sertijab Kapolda Jaya (bintang 2). Mengapa hal itu bisa terjadi ? Jelaskan dari sudut pandang pemahaman anda tentang kepentingan wartawan dalam meliput suatu kegiatan.

Jawab:

Analisis mengapa hal tersebut bisa terjadi adalah sebagai berikut :

a. Alasan Kedekatan. Para pejabat di lingkungan TNI AU boleh dikatakan sangat jauh dan jarang berhubungan dengan para wartawan. Hal ini secara psikologis juga akan sangat berpengaruh terhadap pemuatan berita.

b. Alasan Kepentingan. Selama ini unsur-unsur masyarakat sebagi pengkonsumsi utama berita yang disajikan oleh media massa,sangat jarang sekali yang memiliki kepentingan dengan TNI Angkatan Udara. Di lain pihak banyak sekali unsur-unsur masyarakat yang sangat berkepentingan terhadap pejabat kepolisian maupun pejabat pemerintah, karena bersinggungan langsung dengan berbagai kebutuhan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berbeda jauh dengan pejabat TNI AU yang tidak bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat. Media massa tentunya akan memilih berita yang mempunyai pangsa pasar lebih dan memiliki nilai jual yang lebih, karena media massa saat ini sudah ekonomi oriented.

c. Alasan Efek Yang Ditimbulkan. Efek merupakan salah satu penyebab seseorang berbuat sesuatu, begitu pula yang terjadi di masyarakat. Sesuatu yang memberikan efek khusus akan mendapat perhatian khusus pula, sedangkan yang tidak banyak efeknya tentunya akan tidak banyak mendapat perhatian di masyarakat. Perubahan Pejabat atau Jabatan di TNI AU tidak begitu memberikan efek khusus terhadap pola dan struktur yang terjadi di masyarakat. Berbeda dengan sertijab pejabat kepolisian atau pemerintah daerah yang kebijakannya akan dapat dirasakan secara langsung pada kehidupan masyarakat.

d. Alasan Pembinaan Bidang Penerangan/Humas. Di instansi kepolisian maupun pemerintah daerah, fungsi bagian penerangan atau humas sangat diperhatikan pembinaannya, sehingga mereka lebih mudah mengadakan penggalangan terhadap media massa.

e. Alasan Keamanan. Pada instansi militer biasanya keamanan lebih menjadi prioritas, sehingga akan terjadi tindak keamanan yang cukup serius apabila seorang sipil memasuki atau berhubungan dengan instansi militer. Contohnya dalam hal peliputan wartawan diwajibkan untuk mempunyai tanda pengenal atau tanda masuk, dilengkapi surat ijin dsb, sehingga secara psikologis manusia tidak senang menghadapi kesulitan atau persoalan yang berbelit-belit. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada antusiasme wartawan, sehingga dalam sertijab Kasau wartawan tidak sebanyak pada sertijab Kapolda, dimana pada sertijab Kapolda wartawan sudah terbiasa meliputi setiap kegiatan kerja mereka tanpa perlu tanda pengenal atau tanda masuk.

f. Alasan Kebutuhan. Di instansi kepolisian setiap kegiatan selalu bekerjasama dengan wartawan, seperti kegiatan tindakan penangkapan gembong teroris, acara patroli, sergap dan lain lain, dimana wartawan membutuhkan berita yang didapat dari kepolisian, polisi membutuhkan wartawan untuk publikasi, sementara TNI AU dalam setiap kegiatannya jarang bekerjasama dengan wartawan. Hal ini berpengaruh dalam acara sertijab Kasau maupun Kapolda.

KOMUNIKASI MASSA

4. Menurut Anda, topik atau issu apa di lingkungan TNI AU yang bisa “dijual” kepada media sehingga kegiatan TNI AU banyak diliput oleh media? Langkah-langkah apa yang harus dilakukan sehingga TNI AU makin populer di tengah-tengah masyarakat?

Jawab:

a. Kegiatan Air Show. Kegiatan air show yang diselenggarakan secara static maupun aerobatik sudah tentu merupakan potensi yang sangat besar bagi TNI Angkatan Udara untuk menarik minat dan perhatian masyarakat luas, tidak hanya dalam negeri namun juga dapat sampai ke luar negeri. TNI AU harus mencontoh Singapura yang selalu mengadakan air show secara berkala, sehingga TNI AU Singapura menjadi pusat perhatian masyarakatnya.

b. Kegiatan Olahraga Dirgantara. Olahraga dirgantara masih merupakan angan-angan dan harapan yang sangat tinggi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sudah selayaknya TNI AU melalui FASI segera memanfaatkan potensi ini sehingga TNI AU dapat dikenal masyarakat melalui kegiatan olah raga dirgantara yang digabung dengan promosi pariwisata. Sebagai contoh, kegiatan ini pernah dilaksanakan di Pulau Samosir Sumatera Utara, dimana pernah diadakan kejuaraan nasional olah raga dirgantara yang melibatkan FASI, Binpotdirga dan pemerintah daerah setempat. Saat ini pusat olahraga dirgantara di Lido, Bogor, Jawa Barat sudah siap dikembangkan menjadi pusat olahraga dirgantara dan pariwisata. Perlu dukungan dari TNI AU dan pemerintah secara serius untuk pengembangan dan promosinya.

c. Kegiatan Latihan dan Ulang Tahun TNI AU. Kegiatan latihan, baik mandiri maupun gabungan dapat dijadikan sarana promosi dan penangkap potensi minat dirgantara masyarakat. Seperti pernah dilaksanakan Air Fire Demo di AWR Budding Tanjung Pandan yang cukup menyedot perhatian masyarakat dan kalangan wartawan baik cetak maupun elektronik. Disam[ping itu, kegiatan ulang tahun TNI AU yang dimeriahkan dengan demo udara dari Tim Aerobatik yang pernah diadakan tahun 2001 di Lanud Halim Perdanakusuma dan kegiatan hiburan di wilayah pangkalan udara yang melibatkan artis nasional, serta kunjungan anak-anak sekolah ke instalasi TNI AU seperti simulator pesawat terbang.

d. Kegiatan Pengadaan Alutsista Udara. Kegiatan perencanaan pengadaan alutsista udara merupakan daya tarik yang bisa dijual ke masyarakat Indonesia. Karena tidak dapat dipungkiripesawat tempur, seperti rencana penambahan pesawat Sukhoi dan penggantian pesawat OV-10 Bronco yang sering diulas di media massa.

Langkah-langkah yang harus dilakukan sehingga TNI AU makin populer di tengah masyarakat :
a. Melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial yang berhubungan langsung dengan masyarakat, seperti membantu bencana alam dengan kontinyu. Serta mengadakan bhakti sosial seperti sunat massal, pengobatan gratis dan kunjungan ke panti sosial serta membuka tempat wisata (hiburan) di sekitar Lanud.

b. Membuka rumah sakit yang terjangkau bagi masyarakat umum baik secara harga, pelayanan dan lokasi, seperti yang dilaksanakan TNI AD dengan RSPAD Gatot Subroto dan TNI AL. RSAL Mintohardjo.

c. Mengadakan acara drag race, konser musik yang bersifat nasional dan semacamnya di sekitar Lanud seperti yang sering dilaksanakan di Lanud Atang Sendjaja dan Lanud Medan.

d. Mengadakan pelatihan dan pameran olah raga dirgantara yang murah bagi masyarakat serta mensosialisasikan/mempromosikan museum TNI AU yang terdapat di Yogyakarta.

e. Tampil di acara televisi seperti “target dan strategi” yang menampilkan profil satuan-satuan di jajaran TNI AU. Karena sebenarnya alutsista udara sangat menarik bagi masyarakat Indonesia dengan pesawat tempur yang canggih dan gagahnya serta mengadakan berbagai pemberitaan mengenai kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan TNI AU agar diinformasikan kepada media.

f. Mengirimkan iklan tentang penerimaan prajurit TNI AU sampai ke pelosok-pelosok pedesaan dan mengadakan pembinaan Saka Dirgantara kepada pramuka dan para remaja.

g. Mendirikan pusat center bagi wartawan yang akan meliput atau yang ingin mengetahui berita di TNI AU dan menjalin hubungan baik dengan media secara “saling menguntungkan” (simbiosis mutualisme) serta mengajak para wartawan atau pencari berita ke tempat-tempat strategis yang dimiliki TNI AU

 
Celine Dion ~ My Heart Will Go On (Titanic Theme)

Get more songs & code at www.stafaband.info